Contoh Tanaman Legum yang Bermanfaat Bagi Manusia

Diposting pada
5/5 - (1 vote)

Contoh Tanaman Legum – Apakah kalian tahu apa itu tanaman legum? Tanaman legum adalah tanaman yang termasuk dalam keluarga Fabaceae atau Leguminosae. Tanaman ini memiliki ciri khas yaitu bijinya berkeping dua dan berada dalam polong.

Tanaman legum juga memiliki akar yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium, yang dapat mengikat nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Tanaman legum memiliki banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan. Bagi manusia, tanaman legum merupakan sumber pangan yang kaya protein, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Tanaman legum juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti tepung, minyak, tahu, tempe, susu, dan keju. Bagi lingkungan, tanaman legum dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi erosi, dan menghemat penggunaan pupuk kimia.

Namun, apakah kalian tahu apa saja contoh tanaman legum yang ada di sekitar kita? Berikut ini ilmupot.com telah merangkum beberapa contoh tanaman legum yang bermanfaat untuk manusia dan lingkungan.

Contoh Tanaman Legum

Tanaman legum merupakan kelompok tanaman yang tidak hanya memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan manusia, tetapi juga memiliki dampak positif pada lingkungan. Dengan kemampuan fiksasi nitrogen yang dimilikinya, tanaman legum mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis. Berikut adalah beberapa contoh tanaman legum yang memberikan manfaat terlengkap untuk manusia dan lingkungan

1. Kacang Tanah

Kacang Tanah
Source: Toko Deeres

Kacang tanah (Arachis hypogaea) adalah salah satu contoh tanaman legum yang paling populer. Kacang tanah berasal dari Amerika Selatan, tetapi sekarang telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Kacang tanah memiliki biji yang kaya protein dan minyak, serta mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin E, folat, magnesium, dan zat besi.

Kacang tanah dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan selai. Kacang tanah juga dapat diolah menjadi minyak goreng, margarin, sabun, lilin, dan bahan bakar. Kacang tanah juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk unggas dan babi.

Kacang tanah dapat membantu menjaga kesehatan jantung, karena mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Kacang tanah juga dapat membantu mencegah diabetes, karena mengandung serat yang dapat mengatur kadar gula darah. Kacang tanah juga dapat membantu menurunkan berat badan, karena mengandung protein dan serat yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kacang tanah dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 500-1000 mm per tahun. Kacang tanah dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan drainase dan aerasinya baik. Kacang tanah dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang tanah dapat dipanen setelah 90-120 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang tanah dilakukan dengan cara mencabut tanaman beserta akarnya, kemudian menggantungnya terbalik untuk mengeringkan bijinya. Setelah kering, biji kacang tanah dapat dipisahkan dari polongnya dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

2. Kacang Hijau

Kacang Hijau
Source: Jateng Kita

Kacang hijau (Vigna radiata) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Asia, terutama India dan Pakistan. Kacang hijau memiliki biji yang berwarna hijau dan berbentuk bulat pipih. Kacang hijau mengandung banyak protein, serat, vitamin B, dan mineral, seperti kalium, kalsium, dan zat besi.

Kacang hijau dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan bubur. Kacang hijau juga dapat dikecambahkan untuk menghasilkan tauge, yang merupakan sayuran segar yang kaya vitamin C. Kacang hijau juga dapat diolah menjadi tepung, yang dapat digunakan untuk membuat kue, roti, dan mie.

Kacang hijau dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, karena mengandung serat yang dapat melancarkan buang air besar. Kacang hijau juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, karena mengandung kalium yang dapat mengendurkan pembuluh darah. Kacang hijau juga dapat membantu mencegah anemia, karena mengandung zat besi yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah.

Kacang hijau dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 600-1200 mm per tahun. Kacang hijau dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan tidak tergenang air. Kacang hijau dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang hijau dapat dipanen setelah 60-90 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang hijau dilakukan dengan cara memotong tanaman di atas permukaan tanah, kemudian mengumpulkannya dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Setelah kering, biji kacang hijau dapat dipisahkan dari polongnya dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

3. Kacang Kedelai

Kacang Kedelai Contoh Tanaman Legum
Source: KlikDokter

Kacang kedelai (Glycine max) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Asia Timur, terutama Cina. Kacang kedelai memiliki biji yang berwarna kuning, hitam, atau coklat dan berbentuk bulat. Kacang kedelai mengandung banyak protein, lemak, karbohidrat, dan isoflavon, yang merupakan senyawa fitoestrogen yang dapat meniru hormon estrogen.

Kacang kedelai dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan tahu, tempe, susu, dan keju. Kacang kedelai juga dapat diolah menjadi minyak, saus, kecap, dan tauco. Kacang kedelai juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan ayam.

Kacang kedelai dapat membantu menjaga kesehatan tulang, karena mengandung kalsium dan isoflavon yang dapat mencegah osteoporosis. Kacang kedelai juga dapat membantu mengurangi gejala menopause, karena mengandung fitoestrogen yang dapat mengimbangi penurunan hormon estrogen. Kacang kedelai juga dapat membantu menurunkan kolesterol, karena mengandung lemak tak jenuh ganda yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

Kacang kedelai dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 800-1500 mm per tahun. Kacang kedelai dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 5,5-6,5 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang kedelai dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang kedelai dapat dipanen setelah 90-120 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang kedelai dilakukan dengan cara memotong tanaman di atas permukaan tanah, kemudian mengumpulkannya dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Setelah kering, biji kacang kedelai dapat dipisahkan dari polongnya dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

4. Kacang Merah

Kacang Merah Contoh Tanaman Legum
Source: sukabumiupdate.com

Kacang merah (Phaseolus vulgaris) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Kacang merah memiliki biji yang berwarna merah dan berbentuk ginjal. Kacang merah mengandung banyak protein, serat, vitamin B, dan mineral, seperti zat besi, magnesium, dan kalium.

Kacang merah dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan sup, soto, gado-gado, dan rendang. Kacang merah juga dapat diolah menjadi tepung, yang dapat digunakan untuk membuat kue, roti, dan kripik. Kacang merah juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk sapi dan kambing.

Kacang merah dapat membantu meningkatkan kesehatan darah, karena mengandung zat besi yang dapat mencegah anemia. Kacang merah juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, karena mengandung kalium yang dapat mengendurkan pembuluh darah. Kacang merah juga dapat membantu menurunkan kolesterol, karena mengandung serat yang dapat mengikat kolesterol jahat.

Kacang merah dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 800-1500 mm per tahun. Kacang merah dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 6-7 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang merah dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang merah dapat dipanen setelah 90-120 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang merah dilakukan dengan cara memotong tanaman di atas permukaan tanah, kemudian mengumpulkannya dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Setelah kering, biji kacang merah dapat dipisahkan dari polongnya dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

5. Kacang Kapri

Kacang Kapri Contoh Tanaman Legum
Source: Fimela

Kacang kapri (Pisum sativum) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Asia Barat dan Eropa. Kacang kapri memiliki biji yang berwarna hijau dan berbentuk bulat. Kacang kapri mengandung banyak protein, serat, vitamin C, dan mineral, seperti fosfor, kalsium, dan zat besi.

Kacang kapri dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan sayur, salad, atau sup. Kacang kapri juga dapat diolah menjadi tepung, yang dapat digunakan untuk membuat kue, roti, dan pasta. Kacang kapri juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk unggas dan ikan.

Kacang kapri dapat membantu meningkatkan kesehatan imun, karena mengandung vitamin C yang dapat melawan infeksi. Kacang kapri juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang, karena mengandung fosfor dan kalsium yang dapat memperkuat tulang. Kacang kapri juga dapat membantu meningkatkan kesehatan otak, karena mengandung zat besi yang dapat meningkatkan suplai oksigen ke otak.

Kacang kapri dapat ditanam di daerah beriklim sedang, dengan curah hujan 500-1000 mm per tahun. Kacang kapri dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 6-7 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang kapri dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang kapri dapat dipanen setelah 60-90 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang kapri dilakukan dengan cara memetik polong yang masih muda dan segar, atau dengan cara memanen biji yang telah matang dan kering. Biji kacang kapri yang telah kering dapat disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

6. Kacang Kedelai Hitam

Kacang Kedelai Hitam Contoh Tanaman Legum
Source: Ahligizi.id

Kacang kedelai hitam (Glycine soja) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Asia Timur, terutama Cina dan Jepang. Kacang kedelai hitam memiliki biji yang berwarna hitam dan berbentuk bulat. Kacang kedelai hitam mengandung banyak protein, lemak, karbohidrat, dan antosianin, yang merupakan senyawa antioksidan yang dapat memberikan warna hitam pada biji.

Kacang kedelai hitam dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan tahu, tempe, susu, dan keju. Kacang kedelai hitam juga dapat diolah menjadi saus, kecap, dan miso. Kacang kedelai hitam juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan ayam.

Kacang kedelai hitam dapat membantu menjaga kesehatan kulit, karena mengandung antosianin yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Kacang kedelai hitam juga dapat membantu menjaga kesehatan mata, karena mengandung antosianin yang dapat melindungi mata dari radikal bebas. Kacang kedelai hitam juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, karena mengandung lemak tak jenuh ganda yang dapat menurunkan kolesterol.

Kacang kedelai hitam dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 800-1500 mm per tahun. Kacang kedelai hitam dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 5,5-6,5 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang kedelai hitam dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang kedelai hitam dapat dipanen setelah 90-120 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang kedelai hitam dilakukan dengan cara memotong tanaman di atas permukaan tanah, kemudian mengumpulkannya dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Setelah kering, biji kacang kedelai hitam dapat dipisahkan dari polongnya dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

7. Kacang Macan

Kacang Macan
Source: YoungOnTop

Kacang macan (Arachis pintoi) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil. Kacang macan memiliki biji yang berwarna kuning dan berbentuk bulat. Kacang macan mengandung banyak protein, lemak, karbohidrat, dan flavonoid, yang merupakan senyawa antioksidan yang dapat memberikan warna kuning pada biji.

Kacang macan dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan selai. Kacang macan juga dapat diolah menjadi minyak, sabun, lilin, dan bahan bakar. Kacang macan juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk sapi, kambing, dan babi.

Kacang macan dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, karena mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dapat menurunkan kolesterol jahat. Kacang macan juga dapat membantu mencegah kanker, karena mengandung flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Kacang macan juga dapat membantu menurunkan berat badan, karena mengandung protein dan serat yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

Kacang macan dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 500-1000 mm per tahun. Kacang macan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan drainase dan aerasinya baik. Kacang macan dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan.

8. Kacang Kenari

Kacang Kenari
Source: Jardineria On

Kacang kenari (Pterocarpus indicus) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia. Kacang kenari memiliki biji yang berwarna coklat dan berbentuk lonjong. Kacang kenari mengandung banyak protein, lemak, karbohidrat, dan tanin, yang merupakan senyawa antioksidan yang dapat memberikan warna merah pada kayu.

Kacang kenari dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan kue, dodol, dan tape. Kacang kenari juga dapat diolah menjadi minyak, yang dapat digunakan untuk membuat sabun, lilin, dan cat. Kacang kenari juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk sapi dan kambing.

Kacang kenari dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit, karena mengandung tanin yang dapat melindungi kulit dari infeksi dan peradangan. Kacang kenari juga dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, karena mengandung serat yang dapat melancarkan buang air besar. Kacang kenari juga dapat membantu meningkatkan kesehatan darah, karena mengandung zat besi yang dapat mencegah anemia.

Kacang kenari dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 1000-2000 mm per tahun. Kacang kenari dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 5-6 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang kenari dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang kenari dapat dipanen setelah 120-150 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang kenari dilakukan dengan cara memetik polong yang telah matang dan kering, atau dengan cara memanen biji yang telah matang dan kering. Biji kacang kenari yang telah kering dapat disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

9. Kacang Buncis

Kacang Buncis
Source: Sayurbox

Kacang buncis (Phaseolus vulgaris var. nanus) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Kacang buncis memiliki biji yang berwarna hijau, putih, atau ungu dan berbentuk bulat. Kacang buncis mengandung banyak protein, serat, vitamin C, dan mineral, seperti kalium, kalsium, dan magnesium.

Kacang buncis dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan sayur, salad, atau sup. Kacang buncis juga dapat diolah menjadi tepung, yang dapat digunakan untuk membuat kue, roti, dan pasta. Kacang buncis juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk unggas dan ikan.

Kacang buncis dapat membantu meningkatkan kesehatan imun, karena mengandung vitamin C yang dapat melawan infeksi. Kacang buncis juga dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang, karena mengandung kalsium dan magnesium yang dapat memperkuat tulang. Kacang buncis juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, karena mengandung kalium yang dapat mengendurkan pembuluh darah.

Kacang buncis dapat ditanam di daerah beriklim sedang, dengan curah hujan 500-1000 mm per tahun. Kacang buncis dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 6-7 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang buncis dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang buncis dapat dipanen setelah 60-90 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang buncis dilakukan dengan cara memetik polong yang masih muda dan segar, atau dengan cara memanen biji yang telah matang dan kering. Biji kacang buncis yang telah kering dapat disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

10. Kacang Bogor

Kacang Bogor
Source: Wikipedia bahasa Indonesia

Kacang bogor (Mucuna pruriens) adalah contoh tanaman legum yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia. Kacang bogor memiliki biji yang berwarna hitam dan berbentuk bulat. Kacang bogor mengandung banyak protein, lemak, karbohidrat, dan alkaloid, yang merupakan senyawa yang dapat mempengaruhi sistem saraf.

Kacang bogor dapat dimakan mentah, direbus, digoreng, atau dijadikan kue, dodol, dan tape. Kacang bogor juga dapat diolah menjadi minyak, yang dapat digunakan untuk membuat sabun, lilin, dan cat. Kacang bogor juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk sapi dan kambing.

Kacang bogor dapat membantu meningkatkan kesehatan seksual, karena mengandung alkaloid yang dapat meningkatkan libido dan kesuburan. Kacang bogor juga dapat membantu meningkatkan kesehatan otak, karena mengandung alkaloid yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori. Kacang bogor juga dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit, karena mengandung minyak yang dapat melembabkan dan menyembuhkan luka.

Kacang bogor dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan 1000-2000 mm per tahun. Kacang bogor dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan memiliki pH 5-6 dan kandungan bahan organik yang cukup. Kacang bogor dapat ditanam dengan cara menabur biji langsung di lahan, atau dengan menggunakan bibit yang telah disemaikan terlebih dahulu.

Kacang bogor dapat dipanen setelah 120-150 hari tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen kacang bogor dilakukan dengan cara memetik polong yang telah matang dan kering, atau dengan cara memanen biji yang telah matang dan kering. Biji kacang bogor yang telah kering dapat disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

Kesimpulan

Itulah beberapa contoh tanaman legum yang bermanfaat untuk manusia dan lingkungan. Tanaman legum memiliki banyak kelebihan, seperti mengandung protein, serat, vitamin, mineral, dan senyawa lain yang baik untuk kesehatan. Tanaman legum juga dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi erosi, dan menghemat penggunaan pupuk kimia.

Namun, tanaman legum juga memiliki beberapa kekurangan, seperti mengandung anti-nutrisi, sulit dicerna, meningkatkan kandungan glikemik, dan menyebabkan gas usus. Oleh karena itu, kita perlu memasak tanaman legum dengan benar dan mengonsumsinya dengan porsi yang tepat.

Demikianlah artikel tentang contoh tanaman legum yang bermanfaat untuk manusia dan lingkungan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang ingin mengetahui lebih banyak tentang tanaman legum. Selamat membaca!