Bunga Piretri, Nama Latin, Morfologi, Keluarga dan Khasiatnya

Diposting pada
5/5 - (2 votes)

Bunga Piretri – Apakah kalian pernah mendengar tentang bunga piretri? Bunga piretri adalah tumbuhan yang memiliki daya tarik visual yang luar biasa dan manfaat yang penting dalam dunia pertanian. Bunga ini berasal dari Asia Timur dan telah digunakan sejak lama sebagai bahan alami dalam pengendalian hama.

Bunga piretri mengandung bahan aktif yang disebut piretrin, yang efektif untuk mengendalikan ulat, membunuh berbagai jenis serangga serta kutu. Piretrin bersifat biodegradabel, tidak beracun bagi manusia dan hewan, dan ramah lingkungan.

Namun, tidak banyak orang yang mengetahui tentang piretri dan cara menanamnya. Padahal, bunganya dapat tumbuh dengan mudah di lingkungan dengan iklim dan cuaca serta topografi ekstrem ataupun menantang.

Oleh karena itu kami akan membahas lebih lanjut tentang bunga piretri, mulai dari sejarah, morfologi, sampai dengan pemanfaatannya. Bagi yang penasaran simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

Sejarah Bunga Piretri

nama latin bunga piretri

Nama latin bunga Piretri adalah Pyrethrum cinerariaefolium Trev. Nama ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu pyr yang berarti api dan ethros yang berarti merah. Hal ini mungkin mengacu pada warna merah yang terdapat pada bunga piretri yang lain, yaitu Pyrethrum roseum.

Bunga piretri juga memiliki nama lain, seperti krisan, seruni, atau daisy. Bunga ini pertama kali dikenal sebagai pestisida alami oleh bangsa Parsi atau orang-orang Persia (Iran) sejak tahun 800 Masehi.

Mereka menggunakan serbuk bunganya untuk mengendalikan kutu dan ulat yang menyerang tanaman mereka. Serbuk bunga kemudian menyebar ke berbagai negara, seperti India, Cina, Jepang, Turki, dan Eropa. Di Eropa, bunganya digunakan untuk melindungi tanaman dari serangan lalat, nyamuk, kutu busuk, dan kutu rambut.

Bunga piretri mulai dibudidayakan secara komersial pada abad ke-19, terutama di negara-negara yang memiliki iklim subtropis dan pegunungan, seperti Kenya, Tanzania, Rwanda, Uganda, Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, Brasil, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Negara-negara ini menjadi produsen utama bunga piretri di dunia, dengan Kenya sebagai negara terbesar yang menghasilkan sekitar 70% dari total produksi bunga dunia. Bunga ini juga mulai dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1980-an, terutama di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Bunga ini memiliki potensi yang besar, karena Indonesia memiliki iklim dan tanah yang cocok untuk menanam bunganya. Selain itu, Indonesia juga memiliki pasar yang luas, baik konsumsi dalam negeri ataupun di ekspor ke luar negeri.

Keluarga Bunga Piretri

keluarga bunga piretri

Bunga piretri adalah salah satu anggota keluarga Asteraceae, yaitu keluarga tumbuhan yang memiliki bunga majemuk yang tersusun dari bunga tabung dan bunga lidah. Keluarga Asteraceae merupakan keluarga tumbuhan terbesar di dunia, dengan lebih dari 23.000 spesies yang tersebar di berbagai habitat. Dari klasifikasi ilmiah memiliki urutan sebagai berikut:

  • Kerajaan: Plantae (tumbuhan)
  • Divisi: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
  • Subdivisi: Angiospermae (tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua)
  • Ordo: Asterales
  • Famili: Asteraceae
  • Genus: Pyrethrum
  • Spesies: Pyrethrum cinerariaefolium Trev.

Beberapa contoh tumbuhan lain yang termasuk dalam keluarga Asteraceae adalah bunga matahari, bunga aster, bunga dahlia, bunga seruni, bunga krisan, bunga daisy, bunga aster, dan bunga edelweis. Keluarga Asteraceae memiliki ciri khas berupa bunga yang berbentuk bonggol, daun yang berpelepah, dan buah yang berbentuk jarum.

Morfologi Bunga Piretri

Morfologi

Bunga piretri adalah tumbuhan sejenis terna yang memiliki tinggi antara 20-70 cm. Bunganya memiliki akar tunggang yang pendek dan bercabang. Batang bunga berbentuk bulat, berwarna hijau, berambut, dan beralur.

Daun bunga berbentuk majemuk, menyirip, berwarna hijau, dan berambut. Daun bunganya memiliki panjang antara 6-15 cm, dengan pangkal yang berpelepah pendek berwarna ungu. Bunga berbentuk bonggol, berwarna putih bersih, dan berdiameter antara 1-3 cm.

Bagian bunga terdiri dari dua jenis, yaitu bunga tabung dan bunga lidah. Bunga tabung berada di bagian tengah bonggol, berwarna kuning, dan berjumlah banyak. Bunga lidah berada di bagian pinggir bonggol, berwarna putih, dan berjumlah sedikit. Bunga disangga oleh tangkai yang panjang, berwarna hijau, berambut, dan beralur.

Buah bunga piretri berbentuk jarum, berwarna cokelat, dan berukuran kecil. Buahnya memiliki panjang antara 0,3-4 mm. Biji bunga piretri berbentuk bulat, berwarna kuning, dan berukuran sangat kecil. Bijinya memiliki berat antara 0,0005-0,001 gram. Bijinya dapat bertahan hidup selama 3-5 tahun di dalam tanah.

Kandungan Bunga Piretri

Kandungan Bunga

Bunga piretri mengandung berbagai senyawa kimia yang bermanfaat, terutama dalam hal pengendalian hama. Senyawa kimia yang terdapat dalam bunga antara lain adalah:

Piretrin

Senyawa yang bertanggung jawab atas aktivitas insektisida bunga. Piretrin terdiri dari dua jenis, yaitu piretrin I dan piretrin II. Piretrin I terdiri dari piretro dan asam monokhrisantomat, sedangkan piretrin II terdiri dari piretrolon dan asam dikhrisantomat.

Piretrin I dan II memiliki perbandingan antara 1:3 sampai 1:5 dalam bunga. Piretrin bekerja dengan mengganggu sistem saraf serangga, sehingga menyebabkan kejang, kelumpuhan, dan kematian. Piretrin juga memiliki efek repelan, yaitu mencegah serangga untuk mendekati tanaman yang dilindungi olehnya. Piretrin bersifat biodegradabel, tidak beracun bagi manusia dan hewan, dan ramah lingkungan.

Piretrolon

Senyawa yang merupakan hasil degradasi piretrin II oleh sinar matahari. Piretrolon memiliki aktivitas insektisida yang lebih rendah dari piretrin, tetapi memiliki efek repelan yang lebih kuat. Piretrolon juga memiliki aktivitas fungisida, yaitu mampu membunuh jamur yang menyerang tanaman.

Sinerin

Senyawa yang merupakan hasil degradasi piretrin I oleh sinar matahari. Sinerin memiliki aktivitas insektisida yang lebih rendah dari piretrin, tetapi memiliki efek repelan yang lebih kuat. Sinerin juga memiliki aktivitas fungisida, yaitu mampu membunuh jamur yang menyerang tanaman.

Khasiat Bunga Piretri

khasiat

Bunga piretri dapat digunakan sebagai pestisida alami yang aman dan efektif untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, seperti ulat, kutu, lalat, nyamuk, kecoa, semut, tikus, dan lain-lain. Caranya, kalian dapat mengeringkan bunga dan menggilingnya menjadi serbuk.

Kemudian, kalian dapat menyemprotkan serbuk bunganya pada tanaman yang ingin kalian lindungi. Kalian juga dapat mencampurkan serbuk bunganya dengan air dan sabun cair untuk membuat larutan pestisida alami. Larutan ini dapat kalian simpan dalam botol semprot dan digunakan sesuai kebutuhan.

Bunga piretri tidak hanya memiliki manfaat sebagai pestisida alami, tetapi juga memiliki khasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Berikut adalah beberapa khasiat yang dapat kalian manfaatkan:

  • Menurunkan demam. Dengan memiliki sifat antipiretik berkhasiat sebagai penurun suhu tubuh tinggi akibat demam. Caranya, kalian dapat merebus dengan air dan gula merah atau madu untuk membuat sirup. Sirup ini dapat kalian minum sebanyak 2-3 sendok makan sehari sampai demam kalian turun.
  • Meredakan batuk dan pilek karena memiliki sifat ekspektoran, yaitu mampu melancarkan pernapasan dan mengeluarkan lendir dari saluran napas. Caranya, kalian dapat menghirup uap dari rebusannya dengan air untuk membantu membersihkan hidung dan tenggorokan kalian. Kalian juga dapat minum sirup bunga piretri yang telah disebutkan sebelumnya untuk meredakan batuk dan pilek kalian.
  • Mengobati sakit kepala karena mempunyai sifat analgesik, yaitu mampu meredakan rasa nyeri dan sakit. Caranya, kalian dapat mengompres dahi kalian dengan kain yang telah dibasahi dengan air rebusannya. Kalian juga dapat mengunyah bunga mentah untuk meredakan sakit kepala kalian.
  • Mengobati sakit gigi karena sifat antiseptik, yaitu mampu membunuh bakteri maupun kuman yang dapat menyebabkan infeksi pada gigi juga gusi. Caranya, kalian dapat mengunyah bunga mentah pada bagian gigi yang sakit. Kalian juga dapat berkumur dengan air rebusan bunga piretri untuk membersihkan mulut kalian dari bakteri dan kuman.
  • Mencerahkan kulit karena memiliki sifat pemutih, yaitu mampu menghilangkan noda dan flek hitam pada kulit. Caranya, kalian dapat menghaluskan bunganya dengan sedikit air dan mengoleskannya pada wajah kalian sebagai masker. Biarkan dalam waktu 15-20 menit, lanjutkan di bilas menggunakan air bersih. Lakukan hal ini secara rutin untuk mendapatkan kulit yang cerah dan bersih.

Kesimpulan

Bunga piretri memiliki banyak pemanfaatan, terutama dalam bidang pertanian, kesehatan, dan kecantikan. Bunga piretri dapat digunakan sebagai pestisida alami, obat herbal, atau kosmetik alami. Tak heran jika termasuk tanaman yang memiliki manfaat dan potensi untuk dikembangkan di Indonesia.